Archive for Maret 13th, 2009

Investigasi KLB Keracunan Pangan di Desa Pohi Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai

Jumat, Maret 13th, 2009

Kejadian luar biasa (KLB) Keracunan pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengkonsumsi makanan dan berdasarkan analisis epidemiologi, makanan tersebut terbukti sebagai sumber penularan. Penyelidikan KLB keracunan makanan adalah serangkaian yang dilakukan secara sistematis terhadap KLB keracunan pangan untuk mengungkap penyebab, sumber dan cara pencemaran serta distribusi KLB menurut variabel tempat, orang dan waktu.

Upaya penanggulangan dan pencegahaan meluasnya kejadian keracunan pangan serta untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, juga untuk mengindentifikasi penyebab kejadian perlu mendapatkan perhatian dan pemecahan yang serius. hal ini menjadi sangat penting karena selain untuk menentukan penyebabnya juga untuk menghindari semakin meluasnya peristiwa kejadian keracunan pangan. Kejadian Luar Biasa keracunan pangan pada umumnya terjadi pada suatu keadaan dimana orang secara bersamaan atau hampir bersamaan pada waktu yang sama terpapar dengan jenis makanan atau minuman tertentu.

(more…)

Investigasi KLB Diare di Desa Salumpaga Kec. Toli-toli Utara Kab. Toli-toli Tahun 2008

Jumat, Maret 13th, 2009

KLB masih sering terjadi di daerah-daerah di wilayah Indonesia. Kejadian ini mempunyai karakter tersendiri karena kejadiannya sangat mendadak, mengenai banyak orang dan dapat menimbulkan kematian yang tinggi bila tidak ditanggulangi dengan segera.

Salah satu penyakit yang masih sering menimbulkan KLB adalah penyakit diare. Tingginya angka kesakitan dan kematian diare disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kesehatan lingkungan yang masih belum memadai, keadaan gizi masyarakat, kependudukan, pendidikan, pengetahuan, sosial ekonomi dan perilaku masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi terjadinya diare.

(more…)

Sulteng Kekurangan Ribuan Tenaga Kesehatan

Jumat, Maret 13th, 2009

Provinsi Sulawesi Tengah ternyata masih kekurangan ribuan tenaga kesehatan. Berdasarkan data terakhir tahun 2008, dari tujuh kategori tenaga kesehatan keadaan tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 6.303 orang. Jumlah tersebut relatif masih kurang dibanding dengan perkiraan kebutuhan yang mencapai 8.500 tenaga kesehatan di tahun 2008. Kasubdin Bina Pengembangan Tanaga KesehatanUsman Y. Tantu, S.Sos., M.Kes menyebutkan tujuh kategori tenaga kesehatan berdasarkan PP 32 Tahun 1996, maka Provinsi Sulawesi Tengah masih kekurangan tenaga kesehatan hingga mencapai ribuan orang. Kondisi ini jelas sangat mempengaruhi prses pelayanan kesehatan.

Untuk jumlah dokter umum, saat ini tercatat sebanyak 363 orang, dimana dokter spesialis sebanyak 75 orang. Sementara kebutuhuan berdasarkan indikator indonesia sehat 2010 diSulawesi Tengah kebutuhan dokter umum tahun 2008 ini sebanyak 1.018 dengan dokter spesialis 120 orang. Tenaga perawat khususnya yang bekerja di unit kesehatan pemerintah dan swasta di Sulawesi Tengah saat ini berjumlah 2.639 orang atau sekitar 116 per seratus ribu penduduk. Sementara Indikator Indonesia sehat 2010 harus ada sebanyak 117 per saratus ribu penduduk. Kondisi saat ini sudah mendekati target. Namun, bila dilihat dari jenjang pendidikannya. kondisi ini masih memerlukan prehatian. Di Sulawesi Tengah, baru sekitar 5,16 persen sarjana keperawatan, 32,22 persen DIII dan sisanya adalah pendidikan SPK. (more…)

Analisis Keberadaan Kader Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) Terhadap Revitalisasi Posyandu di Sulawesi Tengah

Jumat, Maret 13th, 2009

Fokus penelitian keberadaan kader di POSYANDU sebagai salah satu sistem penyelenggaraan pelayanan kebutuhan kesegatan dasar dalam rangkan peningkatan SDM, khususnya bayi/balita yang rentan dengan penyakit kurang gizi/lumpuh layu, cacingan, diare dan ISPA. Selain itu agar POSYANDU dapat melaksanakan fungsinya, maka perlu upaya-upaya recitalisasi fungsi dan kinerjanya yang selama ini belum menunjukkan hasil yang optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pengguna (user) POSYANDU. Keberadaan POSYANDU dengan 5 (lima) kegiatannya yang dikenal dengan Panca Krida POSYANDU yakni Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Imunisasi, Peningkatan Gizi dan Penanggulangan Diare. Kelima kegiatan yang dimaksud disebut juga pelayanan 5 (lima) meja, yaitu Meja 1 : pendaftaran oleh kader POSYANDU, Meja 2 : penimbangan balita oleh kader POSYANDU, Meja 3 : pencatatan hasil penimbangan oleh kader POSYANDU, Meja 4 : penyuluhan oleh kader POSYANDU dan petugas kesehatan, dan Meja 5 : imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil oleh petugas kesehatan.

(more…)