Analisis Kualitas Layanan Puskesmas Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Keluarga Miskin dan Non Keluarga Miskin di Sulawesi Tengah

Analisis Kualitas Layanan Puskesmas Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Keluarga Miskin dan Non Keluarga Miskin di Sulawesi Tengah, penelitian ini bertujuan untuk mengtahui dan menganalisis pengaruh variabel kualitas layanan yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangible terhadap kepuasan pengguna jasa keluarga miskin (GAKIN) dan Non Keluarga Miskin pada Puskesmas di Sulawesi Tengah, menganalisis variabel kualitas layanan yang paling berpengaruh dominan terhadap kepuasan pengguna jasa keluarga miskin (GAKIN) dan Non Keluarga Miskin pada Puskesmasdi Sulawesi Tengah, menganalisis perbedaan kualitas pelayanan Puskesmas antara yang menerapkan prinsip TQM dan Non TQM, menganalisis perbedaan kualitas pelayanan antara keluarga miskin (GAKIN) dengan Non GAKIN pada puskesmas yang menerapkan TQM dan Non TQM, menganalisis tingkat pelayanan Puskesmas berdasarkan Index Kepuasan Masyarakat (IKM).

Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis uji beda dengan menggunakan APLIKASI STATISTIK, analisis IKM. Menggunakan KEPMENPAN No. 24 Tahun 2004 dan analisis jalur (Path Analisys) dengan menggunakan Amos 5.

Hasil analisis menunjukkan (1) seluruh dimensi yaitu (X1). responsiveness (X2), assurance (X3), emphaty (X4) dan tangible (X5) berpengaruh secara serempak terhadap kepuasan pengguna jasa (Y), layanan puskesmas sampel di Sulawesi Tengah. Koefisien determinasi total yang menggambarkan besarnya pengaruh total dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna jasa layanan puskesmas adalah mengiindikasikan 37,6548%, sedangkan 62.3452% dipengaruhi oleh variabel lainyang tidak dianalisa dalam model ini, (2) dimensi emphaty memiliki pengaruh dominan terhadap kepuasan pengguna jasa layanan puskesmas sampel di Sulawesi Tengah dengan besaran pengaruh sebesar 8.195%, (3) variabel kualitas layanan yaitu reliability (X1), responsiveness (X2), assurance (X3), emphaty (X4) dan tangible (X5) menunjukkan perbedaan antara Puskesmas yang menerapkan TQM dengan puskesmas yang belum menerapkan konsep TQM, (4) dimensi reliability (X1), responsiveness (X2) dan emphaty (X4) menunjukkan perbedaan antara responden GAKIN dan Non GAKIN, sedangkan untuk dimensi assurance (X3) dan tangible(X5) tidak menunjukkan adanya perbedaan kualitas layanan antara responden GAKIN dan Non GAKIN, (5) berdasarkan unsur-unsur kualitas layanan IKM, umumnya Puskesmas TQM menunjukkan nilai rata-rata yang tergolong sedang, sedangkan pada Puskesmas Non TQM masih ada beberapa Puskesmas yang menunjukkan nilai rata-rata yang tergolong tidak baik.

Disadur dari Laporan Hasil Penelitian “Analisis Kualitas Layanan Puskesmas Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Keluarga Miskin dan Non Keluarga Miskin di Sulawesi Tengah” Kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dengan FEKON UNTAD 2006.

Bagi anda yang membutuhkan Laporan Hasil Penelitian ini dapat langsung kehalaman Download dengan link disini.

Comments are closed.