Laporan Hasil Peningkatan Kasus Penyakit Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Maholo Kec. Lore Timur Kabupaten Poso
Artikel berikut ditulis oleh Tim Investigasi Dinas Kesehatan Kabupaten Poso yang telah dimuat dalam Bulettin Epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2008.
Berdasarkan laporan dari Puskesmas Maholo (via telepon) pada tanggal 18 september 2008 bahwa telah terjadi kejadian luar biasa penyakit diare sebanyak 11 kasus (AR = 0,51%) dan satu diantaranya meninggal dunia (CFR = 9.09%) yang terjadi di Desa Winowanga dan Desa Maholo yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Maholo Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso.
Dan untuk menindaklanjuti laporan tersebut, maka Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Poso segera turun ke lokasi kejadian pada tanggal 19 September 2008 dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran epidemiologi tentang penyakit diare di Puskesmas Maholo, memastikan apakah telah terjadi KLB menurut variable Epidemiologi (Waktu, tempat dan orang), namun sebelumnya Tim dari Puskesmas Maholo telah turun ke lokasi untuk melaksanakan penyelidikan epidemiologi dan penangulangan.
Sebagai informasi Puskesmas Maholo terletak di wilayah kecamatan lore timur kabupaten Poso yang merupakan pemekaran dari puskesmas wuasa kecamatan lore utara. Wilayah Puskesmas Maholo terdiri dari 5 desa, dan dua diantaranya merupakan lokasi kejadian luar biasa penyakit diare yakni, Desa Winowanga dengan jumlah penduduk 1.112 jiwa dan Desa Maholo dengan jumlah penduduk 1.042 jiwa.
Kondisi geografis desa-desa wilayah kerja Puskesmas Maholo adalah pegunungan, persawahan dan dialiri oleh sungai. Pada umumnya penduduk di Kecamatan Lore Timur bermata pencaharian sebagai petani, pedagang wiraswasta dan pegawai negeri. Adapun fasilitas kesehatan di Lore Timur adalah Puskesmas Maholo dan puskesmas pembantu Makarsari serta Poskesdes Maholo dan Winowangan.
Berdasarkan hasil investigasi oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dan Tim Puskesmas maholo didapatkan bahwa kejadian pertama kali terjadi pada tanggal 7 september 2008 di desa winowangan dan penderitanya meninggal.
Selanjutnya kejadian terus berlangsung dari tanggal 9 september 2008 pada saat tim melakukan investigasi untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut :
Kejadian ini terjadi di desa winowanga sebanyak 9 kasus dan satu diantaranya meninggal, dan 2 kasus terjadi di Desa Maholo. Golongan umur dan jenis kelamin penderita.
Dari tabel diatas, terlihat bahwa penderita penyakit diare banyak menyerang jenis kelamin laki-laki sebanyak 7 kasus (63,63 %) sedangkan pada kelompok umur penderita penyakit diare yang paling sedikit terserang adalah kelompok umur 15-44 tahun sebanyak 1 kasus (9,09%).
Gejala klinis yang dialami penderita diare adalah 100% berak-berak lebih dari 3 kali, konsistensi tinja lembek/cair 100 %, 50 % berak berlendir, muntah 27,27 % , nafsu makan berkurang 100 %, sakit perut yang hebat 50 % mata cekung 27,27 % dan yang mengalami kejang-kejang 9,09 %. Semua penderita telah mendapatkan pengobatan dari Bidan Desa serta dibantu oleh tenaga / perawat puskesmas maholo dengan pemberian oralit dan antibiotic, dan sampai pada saat tim melakukan penyelidikan 8 penderita telah sembuh dan 2 penderita masih dalam keadaan sakit.
Dari hal investigasi awal tim puskesmas terhadap orang tua penderita yang meninggal dan 6 penderita yang telah sembuh bahwa pada umumnya mereka mengkonsumsi makanan seperti mie instant yang di jual di warung, dan kerupuk yang di bawa penjual yang berasal dari daerah luar, namun tim puskesmas tidak mendapatkan sampel makanan tersebut.
Tim Dinas Kesehatan sempat mewawancarai 2 penderita yang masih sakit bahwa mereka mengkonsumsi daging ayam potong, namun tim Dinas kesehatan tidak mendapatkan sampel daging ayam potong tersebut karena penderita mengkonsumsinya empat hari sebelumnya.
Ditinjau dari cakupan air bersih bahwa pada umumnya masyarakat desa Winowanga dan desa maholo menggunakan sarana perpipaan, sedangkan dari cakupan jamban pada umunya masyarakat menggunkan jamban keluarga leher angsa mau pun cemplung. Namun Tim Dinas Kesehatan tetap melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel air secara baktereologis dengan menggunakan metode H2S, yang tindak lanjuti dengan kaporisasi sumber air bersih, khususnya sumur gali. Usaha-usaha yang dilakukan pada saat penyelidikan yaitu penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan pembubuhan kaporit pada sumur warga.
Dari kejadian ini didapatkan telah terjadi kejadian luar biasa penyakit diare di desa Maholo dan winowangan wilayah kerja puskesmas Maholo kecamatan lore timur kabupaten Poso dengan jumlah kasus sebanyak 2 orang (AR=0,51%) dan 1 ke,atian (CFR = 9,09), secara umum Jenis kelamin laki-laki paling banyak menderita diare.
Untuk itu perlu dilaksanakan penyuluhan yang intensif oleh petugas puskesmas maholo terutama tentang cara hidup bersih dan sehat. Selanjutnya kepala Puskesmas dan pemerintah setempat agar melakukan pengawasan terhadap penjualan makanan terutama penjual makanan yang berasal dari luar daerah.
