Sulteng Kekurangan Ribuan Tenaga Kesehatan
Provinsi Sulawesi Tengah ternyata masih kekurangan ribuan tenaga kesehatan. Berdasarkan data terakhir tahun 2008, dari tujuh kategori tenaga kesehatan keadaan tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 6.303 orang. Jumlah tersebut relatif masih kurang dibanding dengan perkiraan kebutuhan yang mencapai 8.500 tenaga kesehatan di tahun 2008. Kasubdin Bina Pengembangan Tanaga KesehatanUsman Y. Tantu, S.Sos., M.Kes menyebutkan tujuh kategori tenaga kesehatan berdasarkan PP 32 Tahun 1996, maka Provinsi Sulawesi Tengah masih kekurangan tenaga kesehatan hingga mencapai ribuan orang. Kondisi ini jelas sangat mempengaruhi prses pelayanan kesehatan.
Untuk jumlah dokter umum, saat ini tercatat sebanyak 363 orang, dimana dokter spesialis sebanyak 75 orang. Sementara kebutuhuan berdasarkan indikator indonesia sehat 2010 diSulawesi Tengah kebutuhan dokter umum tahun 2008 ini sebanyak 1.018 dengan dokter spesialis 120 orang. Tenaga perawat khususnya yang bekerja di unit kesehatan pemerintah dan swasta di Sulawesi Tengah saat ini berjumlah 2.639 orang atau sekitar 116 per seratus ribu penduduk. Sementara Indikator Indonesia sehat 2010 harus ada sebanyak 117 per saratus ribu penduduk. Kondisi saat ini sudah mendekati target. Namun, bila dilihat dari jenjang pendidikannya. kondisi ini masih memerlukan prehatian. Di Sulawesi Tengah, baru sekitar 5,16 persen sarjana keperawatan, 32,22 persen DIII dan sisanya adalah pendidikan SPK. Selanjutnya bila dihitung beradasarkan daftar susunan pegawai di Puskesmassecara kasar setiap puskesmas hingga jaringan Pustu membutuhkan rata-rata 10-15 perawat, dengan demikian seharusnya untuk 161 Puskesmas di Sulawesi Tengah di butuhkan sekitar 2.500 perawat. Kenyataannya, tenaga perwat yang ada di Puskesmas saat ini baru berjumlah sekitar 1.400 orang.
Kondisi serupa juga terjadi pada tenaga bidan, berdasarkan data yang ada tercatat sekitar 1.626 orang bidan. Padahal kebutuhan tenaga bidan di Sulawesi Tengah sampai tahun 2008 sebanyak 2.545 orang. Guna mencapai Indonesia Sehat 2010 jumlah tersebuh harus mencapai 2.641 orang. Sedangkan proyeksi kebutuhan tenaga bidan pada 2020 sebanyak 3.131 orang. Guna pemenuhan target desa siaga hingga akhir tahun 2009, dimana dari jumlah 1.673 desa dan kelurahan di Sulawersi Tengah di tahun 2008 baru tercapai sekitar 60 persen.
Kondisi selanjutnya juga terjadi pada tenaga kefarmasian. Catatan yang ada menujukkan tenaga kefarmasaian yang ada hanya berkisar 269 orang. Bila kembali mengacu pada Indikator Indonesia Sehat 2010 jumlah diatas harus mencapai 945 orang. Kebutuhan tersebut meliputi 236 Apoteker sedangkan selebihnya yaitu sebanyak 709 orang adalah tenaga DIII Farmasi / Asisten Apoteker.
Kondisi ini tentuanya sangat memprihatinkan sebab menurut WHO, selain pembiayaan, 80 persen keberhasilan pelaksanaan pembagunan kesehatan sangat ditentukan oleh SDM Kesehatan. Dengan demikian pembangunan kesehatan tidak akan berhasil dengan baik, jika tidak diikuti dengan ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas, beretika, berdedikasi serta tersebar merata dalam jumlah dan jenis yang memadai.
Saat ini untuk meminimalisasi kekurangan SDM yang ada Departemen Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2008 ini telah merekrut sebanyak 70 orang dokter untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis dari 700 orang dokter yang direncanakan secara nasional. Hasilnya sebanyak 17 orang telah dinyatakan lulus dan saat ini telah mengikuti program tersebut. Selanjutnya untuk tahap II yakni Oktober 2008 sedang menunggu hasil seleksi kembali direkrut sebanyak 54 orang dari 1.200 orang untuk tingkat nasional.