Angka penyakit menular di Sulawesi Tengah masih tergolong tinggi, khususnya di sejumlah daerah penyakit menular seperti Diare dam Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi peningkatan kasus. Olehnya itu, masyarakat diminta waspada khususnya dimusin penghujan dan lebih khusus lagi pada musim pancaroba.
“Pada musim-musim penghujan, memang ada beberapa penyakit menular yang kasusnya meningkat. Seperti DBD, Diare dan Malaria. Berdasarkan data, hal ini biasanya terjadi pada akhir Januari dan awal Februari, serta akhir Nopember dan Awal Desember, kasusnya pasti meningkat karena musim pancaroba” jelas Kasubdin Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr. Ida Bagus Yadnya Putra.
Sayangnya data tersebut menjadi tidak tepat karena pada awal Nopember saat ini telah terjadi peningkatan kasus DBD, khususnya di Kabupaten Poso dan Kota Palu. Untuk itu diharapkan masyarakat agar membiasakan perilaku Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk melakukan pola 3 M (Mengubur, Menguras dan Menutup) juga meningkatkan pemberian Abatesasi.
“Dalam satu tahun terakhir ini, penyakit diare, keracunan dan DBD, memang agak meningkat. Bahkan terjadi beberapa kasus KLB keracunan seperti di Banggai dan beberapa peningkatan kasus DBD di beberapa Kabupaten lain, seperti Kabupaten Tojo Una-una, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Toli-toli:, sahut Kasubdin Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
Saat ini Penyakit Rabies yang juga masih pada tingkat yang menghawatirkan. Namun demikian, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Peternakan khususnya untuk urusan hewannya. Sedangkan yang dinyatakan positif, telah diberikan vaksinasi, dengan terlebih dahulu dilakukan pencucian pada lukanya.
Begitupun dengan penyakit Malaria, intensitas dan peningkatannya juga cukup tinggi. Kasusnya terjadi di Kabupaten Toli-toli dan Kabupaten Buol. Sedangkan penyakit Filariasis (kaki gadjah) itu juga khususnya sangat meningkat. Seperti yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong dam Kabupaten Donggala. Namun untuk kasus tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota telah melakukan pengobatan massal.
“Dua penyakit ini penularannya juga melalui nyamuk. Sehingga kepada masyarakat, diminta untuk menjaga diri dari gigitan nyamuk khususnya pada waktu-waktu tertentu, misalnya kalau menonton TV dan keluar malam harus menggunakan baju, tegas dr. Ida Bagus Yadnya Putra.