Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Laporan Hasil Peningkatan Kasus Penyakit Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Maholo Kec. Lore Timur Kabupaten Poso

Jumat, Maret 13th, 2009

Artikel berikut ditulis oleh Tim Investigasi Dinas Kesehatan Kabupaten Poso yang telah dimuat dalam Bulettin Epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2008.

Berdasarkan laporan dari Puskesmas Maholo (via telepon) pada tanggal 18 september 2008 bahwa telah terjadi kejadian luar biasa penyakit diare sebanyak 11 kasus (AR = 0,51%) dan satu diantaranya meninggal dunia (CFR = 9.09%) yang terjadi di Desa Winowanga dan Desa Maholo yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Maholo Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso.

Dan untuk menindaklanjuti laporan tersebut, maka Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Poso segera turun ke lokasi kejadian pada tanggal 19 September 2008 dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran epidemiologi tentang penyakit diare di Puskesmas Maholo, memastikan apakah telah terjadi KLB menurut variable Epidemiologi (Waktu, tempat dan orang), namun sebelumnya Tim dari Puskesmas Maholo telah turun ke lokasi untuk melaksanakan penyelidikan epidemiologi dan penangulangan.

(more…)

Analisis Kualitas Layanan Puskesmas Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Keluarga Miskin dan Non Keluarga Miskin di Sulawesi Tengah

Jumat, Maret 13th, 2009

Analisis Kualitas Layanan Puskesmas Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Keluarga Miskin dan Non Keluarga Miskin di Sulawesi Tengah, penelitian ini bertujuan untuk mengtahui dan menganalisis pengaruh variabel kualitas layanan yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangible terhadap kepuasan pengguna jasa keluarga miskin (GAKIN) dan Non Keluarga Miskin pada Puskesmas di Sulawesi Tengah, menganalisis variabel kualitas layanan yang paling berpengaruh dominan terhadap kepuasan pengguna jasa keluarga miskin (GAKIN) dan Non Keluarga Miskin pada Puskesmasdi Sulawesi Tengah, menganalisis perbedaan kualitas pelayanan Puskesmas antara yang menerapkan prinsip TQM dan Non TQM, menganalisis perbedaan kualitas pelayanan antara keluarga miskin (GAKIN) dengan Non GAKIN pada puskesmas yang menerapkan TQM dan Non TQM, menganalisis tingkat pelayanan Puskesmas berdasarkan Index Kepuasan Masyarakat (IKM).

Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis uji beda dengan menggunakan APLIKASI STATISTIK, analisis IKM. Menggunakan KEPMENPAN No. 24 Tahun 2004 dan analisis jalur (Path Analisys) dengan menggunakan Amos 5.

(more…)

Apa Perlu Meng-ISO-Kan Layanan Kesehatan ?

Kamis, Maret 12th, 2009

Dipenghujung tahun lalu, tepatnya 7 Desember 2007, ada dua peristiwa penting yang terjadi di Poso. Pertama, yaitu puncak apresiasi seni-budaya yang dikemas dalam bentuk Festival Danau Poso (FDP) di Tentena. Menurut laporan pihak panitia, FDP kali ini merupakan FDP X, setelah tertunda pelaksanaannya selama 9 tahun lamanya. FDP yang terakhir FDP IX dilaksanakan pada 1999. Setelah itu Poso dilanda bencana sosial-kemanusiaan dalam bentuk konflik horizontal yang berkepanjangan. Keadaan Poso saat ini sudah amat berbeda, damai, aman dan kondusif untuk melakukan pembangunan di segala bidang kehidupan termasuk bidang kesehatan.
Peristiwa kedua, adalah puncak prestasi manajemen layanan kesehatan primer, ditandai dengan keberhasilan salah satu puskesmas perkotaannya – Puskesmas Lawanga, Poso Kota – meraih sertifikasi dunia SAI Global yang berpusat di Australia. Prestasi yang membanggakan ini bersama Puskesmas Birobuli di Palu sekaligus mengantarkannya sebagai Puskesmas ISO pertama di Provinsi Sulawesi Tengah.

(more…)

Need Assesment Peralatan Medis dan Non Medis Puskesmas di Sulawesi Tengah

Kamis, Maret 12th, 2009

Analisis pemanfaatan peralatan medis puskesmas di Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan dapat menghasilkan pemikiran yang cermat dalam mewujudkan prasarana kesehatan di puskesmas dengan melihat tingkat kebutuhan, tingkat pemanfaatan, maupun teknik operasi peralatan. Need assesment puskesmas ini harus dilaksanakan dengan cermat dengan alasan bahwa pemanfaatan peralatan selama ini kurang optimal, hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu; 1) kualitas peralatan yang tidak memadai; 2) kuantitas yang tersedia tidak memenuhi kebutuhan; 3) kerumitan operasional peralatan yang tersedia di puskesmas; 4) peralatan yang tersedia tidak sesuai dengan derajat prioritas (kebutuhan) puskesmas. untuk itu, need assesment perlu di kembangkan dengan dasar bahwa pihak puskesmas sebagai pihak yang menggunakan alat dan berhadapan langsung dengan pasien, lebih memahami kebutuhan yang di butuhkan berikut jumlah yang memadai. dengan cara ini maka puskesmas akan ikut berpartisipasi dalam proses perencanaan kebutuan peralatan, sehingga di masa depan ketidaksesuaian peralatan yang disediakan Dinas Kesehatan dan berbagai lembaga funding lainnya dapat diminimalkan.

Need assesment pada dasarnya adalah sebuah pendekatan yang mencoba mengidentifikasi pemenuhan kebutuhan dan pemanfaatan peralatan dengan melibatkan pengguna sebagai sumber informasi. ini berarti bahwa puskesmas dapat menjadi subyek, obyek sekaligus sumber informasi (responden) dalam proses penilaian.

(more…)