BUMIL Kurang Energi Kronis
Indikator
Masalah gizi dapat terjadi pada setiap siklus kehidupan, utamanya pada kelompok rentan seperti bayi, anak balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Kehamilan merupakan masa kehidupan yang penting. Pada masa ini seorang ibu harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyambut kelahiran bayinya. Ibu yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat pula. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu yaitu ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (Bumil KEK), dampak negatif yang ditimbulkan karena status gizi yang buruk pada ibu hamil tidak hanya membawa pengaruh terhadap kesehatannya tapi juga terhadap perkembangan janin yang akan dilahirkan serta perkembangan dan pertumbuhan anak di kemudian hari.
Bumil KEK adalah ibu hamil yang mempunyai ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) < 23,5 cm. Bumil KEK merupakan faktor risiko terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR). Pengukuran lingkar lengan atas dilakukan dengan menggunakan Pita LiLA. Bumil KEK dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat bila prevalensi ≥ 10%.
Berdasarkan grafik prevalensi Bumil KEK di Propinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2007 meningkat dari tahun 2006 menjadi 9,38% dan mengalami penurunan pada tahun 2008 menjadi 6,40%. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi Bumil KEK di Propinsi Sulawesi Tengah sudah tidak dikategorikan masalah kesehatan masyarakat, namun masih ada beberapa kabupaten yang masih berada diatas 10% yaitu Kota Palu, Kabupaten Morowali, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Buol. Adapun trend prevalensi Bumil KEK di Kabupaten/Kota tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1. Prevalensi Bumil KEK ≥ 10% di Kabupaten/Kota Tahun 2006 - 2008
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa prevalensi bumil KEK di Kota Palu menurun dari tahun 2006 sampai tahun 2008. Prevalensi bumil KEK menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Banggai pada tahun 2007 dan 2008. Di Kabupaten Buol, prevalensi bumil KEK > 10% pada tahun 2006, dan prevalensi bumil KEK di Kabupaten Morowali meningkat terus dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi masih tingginya prevalensi bumil KEK di Kabupaten / Kota tersebut adalah sebagai berikut :
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi
-
Kemiskinan.
-
Sosial Budaya.
-
Pendidikan / pengetahuan.
-
Jenis tablet Fe yang dikonsumsi.
-
Kemampuan petugas dalam melacak ibu hamil di wilayahnya berkaitan dengan kurangnya tenaga pelaksana gizi di puskesmas.
Upaya Penanggulangan Yang Dilakukan
-
KIE.
-
PMT Bumil diharapkan agar diberikan kepada semua ibu hamil yang ada. Pada tahun 2007 dilaksanakan PMT bagi bumil gakin di kabupaten/kota melalui dana APBN Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Kegiatan tersebut tidak dilanjutkan pada tahun 2008 karena tidak tersedianya dana dan diharapkan untuk pelaksanaan selanjutnya dibebankan melalui dana APBD kabupaten/kota.
-
Konsumsi tablet Fe selama hamil
